Mb@h Roeri Community

knowledge is power

Itulah kalimat dalam bahasa inggris yang pertama kali aku tulis di lembaran buku tulisku, di lembaran sobekan kertas, di dinding kamarku, atau di mana saja layaknya sebuah graffiti, saat itu saat dimana aku masih ingusan. Bukan kalimat “I love you” atau kalimat cinta dalam bahasa inggris yang lainnya, yang pada umumnya banyak dituliskan atau digoreskan oleh anak2 seusiaku pada saat itu.
Biasanya, tulisan itu aku buat dengan model dan design yang khusus, agar terlihat mencolok dan bagus.
Kalimat itulah yang menginspirasi diriku saat itu untuk belajar atau menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh serta tidak mau ketinggalan dengan teman2 yang lain dalam hal-hal baru. Dan sosok yang mempengaruhi dan menjadi isnpirasi pada masa kecilku adalah mas Bowo.
Layaknya sebagai sebuah agen perubahan, mas Bowo memang banyak sekali mengenalkan aku dengan hal-hal baru yang oleh anak2 desa pada saat itu adalah sesuatu yang tidak mudah mendapatkannya.
Mas Bowolah yang selalu mengajak aku belajar dengan konsentrasi penuh, bahkan untuk yang satu ini minum Cerebrovit adalah kebiasaannya yang dilakukan pada saat mau belajar. Mengenalkan aku membaca Koran, belajar naik sepeda motor dengan Honda C70, mendengarkan lagunya Iwan Fals dalam album Perjalanan, lagunya Chandra Darusman, atau mengenalkan aku dengan mainan baru yang tidak biasa dimainkan oleh anak-anak di desaku pada saat itu, seperti main scrable, magic box, sepatu roda, dsb. Banyak sekali hal-hal atau pengetahuan baru yang aku peroleh dari mas Bowo, dan salah satunya adalah motonya orang bule yang aku tulis sebagai judul postingan ini.
Ilmu Pengetahuan adalah Kekuasaan, begitulah arti yang aku pahami pada saat itu setelah dikasih tahu tentunya. Terjemahan bebasnya kurang lebih: dengan menguasai ilmu pengetahuan maka kita akan mempunyai kekuasaan atau kekuatan. Sejak saat itu hingga sekarang ini, rangkaian kalimat itu memang telah menginspirasi dan memberi motivasi aku untuk belajar, bukan hanya sekedar belajar dari arti formal, tetapi belajar dalam lingkup yang lebih luas, belajar untuk kehidupan lebih baik.
Belajar atau menuntut ilmu agar tidak terkungkung layaknya katak dalam tempurung. Belajar untuk bisa setara atau lebih baik dari orang lain. Belajar untuk tidak “meremehkan atau diremehkan” oleh orang lain. Belajar agar eksistensi/keberadaan kita diakui, dimanapun kita berada.
Bahkan agama kita pun mewajibkan kita untuk belajar/menuntut ilmu dengan tidak mengenal batasan ruang dan waktu sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW : “Tuntutlah Ilmu hingga ke negeri China” dan “Menuntut Ilmu itu hukumnya wajib bagi umat Islam sejak dari buaian hingga liang lahat”. Melalui hadist tersebut, Rasulullah telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa belajar/menuntut ilmu tanpa mengenal batasan ruang dan waktu (baca: usia) sampai kita menutup mata untuk kembali kepada-Nya.
Artinya, semangat untuk belajar/menuntut ilmu adalah hal yang mendasar yang telah diperintahkan oleh Rasulullah kepada kita. Itulah yang aku yakini mengapa orang tua kita, simbah kita tercinta begitu gigihnya untuk bisa membekali anak2nya dengan Ilmu dan memotivasi cucu2nya agar sekolah/kuliah/belajar dengan benar dan bertanggung jawab, tetap fokus meski berhadapan dengan keterbatasan finansial atau dengan kata lain pas-pasan. Meski secara finansial kita kekurangan disana-sini, tetapi semangat untuk belajar jangan pernah sampai kekurangan atau hilang sama sekali.
Tahun ini adalah tahun dimana generasi pertama dari Mbah Roeri telah berhasil memasuki babak baru dalam mengenyam pendidikan formal S2. Adalah Lilik dan Yanuar, meski melalui jalan atau fasilitas yang berbeda. Pada saatnya nanti bukan tidak mungkin bila anggota keluarga dari Mbah Roeri Community yang lain akan bisa belajar di luar negeri seperti yang pernah dirasakan oleh Jabirosidik, atau bekerja di luar negeri seperti Agus Cahyono sekarang ini.
Aku sendiri dulu pernah berusaha untuk bisa ke jenjang pendidikan S2, hanya saja dengan cara menggabungkan S1 + S1 (ha ha ha), alias belajar untuk jenjang S1 di dua universitas yang berbeda, sayang pada akhirnya dengan sendirinya aku harus mengundurkan diri dari UGM oleh karena keterbatasanku.
Tulisan ini memang aku khususkan kepada orang-orang yang tidak pernah mengenal lelah untuk belajar, orang yang selalu menjaga spiritnya untuk tetap bisa menuntut ilmu dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, orang-orang yang tidak ingin ketinggalan dan ditinggalkan peradaban, orang-orang yang dengan ilmunya itu bermanfaat dan memberi manfaat bagi orang-orang dilingkungannya.
Untuk Yanuar dan Lilik, selamat atas keberhasilannya meneruskan jenjang pendidikan S2-nya. Demikian pula untuk Mbak Sih yang dengan semangatnya sedang berusaha menyelesaikan S1, disaat usia sudah tidak muda lagi.
Dan untuk generasi muda MRC, selamat bagi yang naik kelas, profisiat (pf) bagi yang memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi, jaga semangat bagi yang sedang mengejar target. Marilah kita semangati diri kita sejak dini untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan dapat dipertanggung jawabkan, agar nantinya kita bisa berhasil dalam pendidikan maupun dalam kehidupan.
Bukankah Knowledge is Power????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s